harga emas antam

Harga Emas Hari Ini, Senin (20/11/2023) Sentimen The Fed Mereda

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global hari ini (20/11/2023) berisiko mengalami aksi ambil untung (profit taking) karena meredanya sentimen konflik Timur Tengah antara Israel-Palestina. Di sisi lain, investor masih memantau aksi lanjutan The Fed terkait kebijakan suku bunga.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas (XAUUSD) melesat US$42,48 sepanjang pekan lalu ke US$1.980,72 per troy ons. Bahkan, harga emas sempat menyentuh US$1.993, mendekati level psikologis US$2.000 per troy ons.

Pada perdagangan Senin (20/11/2023) pukul 08.45 WIB, harga emas spot naik 0,02% menjadi US$1.981,28 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Desember 2023 stagnan di posisi US$1.984,70 per troy ounce.

“Kenaikan harga emas tersebut dipicu ekspektasi suku bunga di Amerika Serikat (AS) pasca rilis serangkaian data termasuk inflasi (consumer price index/CPI) yang pertumbuhannya melambat. Pelaku pasar kini yakin 100% bank sentral AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga lagi, hal tersebut terlihat di perangkat FedWatch milik CME Group,” jelas Monex.

Pada perdagangan sesi Asia Senin (20/11/2023), kabar perang Israel dan Hamas di Gaza bisa mempengaruhi harga emas. Keduanya diprediksi akan mencapai kesepakatan soal sandera pada pekan ini. Sebanyak 200 orang yang disandera Hamas diperkirakan akan dibebaskan, dan bisa saja perang akan dihentikan sementara.

Kabar baik tersebut tentunya membuat daya tarik emas sebagai safe haven menurun dan bisa memberikan tekanan. Apalagi kenaikan tajam pada pekan lalu juga bisa membuat pelaku pasar tergoda melakukan profit taking.

Dari dalam negeri, harga emas cetakan Antam dan UBS hari ini di Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan hari ini, Senin (20/11/2023). Emas cetakan termurah yakni UBS 0,5 gram dibanderol seharga Rp585.000.

Mengacu data di laman resmi Pegadaian, harga emas termurah hari ini adalah cetakan UBS ukuran 0,5 gram yang dihargai Rp585.000, masih sama dibandingkan harga kemarin. Sementara itu, untuk emas cetakan Antam ukuran sama dibanderol Rp613.000, tidak bergerak dari harga sebelumnya.

Selanjutnya, Pegadaian juga menyediakan emas dalam ukuran 1 gram yang dibanderol seharga Rp1.124.000 untuk cetakan Antam atau masih sama dengan harga kemarin, sedangkan emas UBS ukuran 1 gram dihargai Rp1.096.000 atau stagnan.

Harga Emas Hari Ini, Senin (20/11/2023) Sentimen The Fed Mereda Read More »

news feed

Harga Emas Hari Ini, Senin (25/9/2023), Pantau Dolar AS

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas masih berisiko tertekan akibat peluang kenaikan suku bunga lanjutan Federal Reserve (The Fed) yang membuat dolar AS naik.

Pada perdagangan Senin (25/9/2023) pukul 08.00 WIB, harga emas spot turun 0,02 persen atau 0,39 poin menjadi US$1.924,84 per troy ounce.

Harga emas Comex kontrak Desember 2023 terkoreksi 0,07 persen atau 1,30 poin menuju US$1.944,30 per troy ounce. Federal Reserve pada Rabu (20/9/2023) mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga sekali lagi pada pertemuan November.

Sinyal hawkish The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama memicu reli dolar AS dan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga melemahkan harga emas.

“Kebijakan The Fed yang hawkish juga tidak terbukti terlalu populer di kalangan pembeli emas meskipun terdapat optimisme menjelang rilis tersebut. Emas menguat menuju 1.950 dolar AS menjelang keputusan tersebut, sejalan dengan nilai tertinggi dari awal bulan ini, sebelum mengembalikan keuntungan pra-rilis hari itu dan mengakhirinya di zona merah,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Federal Reserve memperkirakan perekonomian AS akan mengalami soft landing, dengan memperkirakan suku bunga The Fed akan turun dari 5,6 persen pada tahun 2023 menjadi 5,1 persen pada tahun 2024, dan PDB AS akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023 dan 1,5 persen pada tahun 2024.

The Fed selanjutnya memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, bukan empat kali.

Harga Emas Hari Ini, Senin (25/9/2023), Pantau Dolar AS Read More »

news feed

Harga Emas Hari Ini (19/9) Meloncat, Hore Pembeli Setahun Lalu Untung!

KONTAN.CO.ID – Harga emas hari ini, Selasa (19/9), melompat Rp 6.000 per gram dibanding harga sehari sebelumnya..

Harga sebelumnya Rp 1.075.000 per gram, harga emas produksi Logam Mulia Antam hari ini menjadi Rp 1.081.000 per gram.

Adapun harga emas buyback hari ini melonjak Rp 6.000 per gram. Harga sebelumnya Rp 955.000 per gram, harga buyback hari ini menjadi Rp 961.000.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 120.000 per gram..

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas hari ini yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga emas hari ini buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 1.081.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 961.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

  • Membeli emas pada 12 September 2023 (Rp 1.071.000 per gram) = -10.27% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 Agustus 2023 (Rp 1.057.000 per gram) = -9.08% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 Juni 2023 (Rp 1.063.000 per gram) = -9.60% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 Maret 2023 (Rp 1.088.000 per gram) = -11.67% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 Desember 2022 (Rp 1.007.000 per gram) = -4.57% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 September 2022 (Rp 940.000 per gram) = 2.23% (untung)
  • Membeli emas pada 19 Juni 2022 (Rp 999.000 per gram) = -3.80% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 Maret 2022 (Rp 984.000 per gram) = -2.34% (rugi)
  • Membeli emas pada 19 Desember 2021 (Rp 934.000 per gram) = 2.89% (untung)

Harga Emas Hari Ini (19/9) Meloncat, Hore Pembeli Setahun Lalu Untung! Read More »

news feed

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Setelah Amblas 5 Hari Beruntun

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global terus mengalami penurunan sampai akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (11/8/2023) waktu setempat, selama lima hari berturut-turut setelah kenaikan indeks harga produsen (IHP) AS sedikit lebih tinggi dari perkiraan.

Harga emas juga tertekan sentimen dolar AS yang lebih kuat dan menguatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

Mengutip Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange terpangkas US$2,30 atau 0,12 persen menjadi ditutup pada US$1.946,60 per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$1.953,60 dan terendah di US$1.942,70.

Emas berjangka tergerus US$1,70 atau 0,09 persen menjadi US$1.948,90 pada Kamis (10/8), setelah terpangkas US$9,30 atau 0,47 persen menjadi US$1.950,60 pada Rabu (9/8), dan jatuh US$10,10 atau 0,51 persen menjadi US$1.959,90 pada Selasa (8/8).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (11/8) bahwa IHP AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, naik 0,3 persen pada Juli bulan ke bulan dan 0,8 persen tahun ke tahun, menyusul kenaikan tahun ke tahun 0,2 persen pada Juni, kenaikan tahunan terendah sejak Agustus 2020.

Para analis pasar berpendapat bahwa kenaikan harga grosir AS pada Juli masih mencerminkan tren penurunan inflasi secara keseluruhan.

Harga lemas telah jatuh minggu ini meskipun laporan inflasi AS Kamis (10/8) lebih dingin dari perkiraan, karena kekhawatiran tentang potensi percepatan kembali tekanan inflasi, bersama dengan kekhawatiran bahwa imbal hasil obligasi dan dolar AS mungkin terus naik, telah meredupkan permintaan untuk logam mulia.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,3 persen menjadi 102,85. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 6 basis poin menjadi 4,162 peren dari 4,141 persen pada Kamis (10/8/2023) sore ketika Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan Fed memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjinakkan inflasi meskipun data terbaru menunjukkan harga-harga konsumen naik hanya 0,2 persen pada Juli.

Pembacaan awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun tipis menjadi 71,2 dalam dua minggu pertama Agustus setelah mencapai tertinggi 22 bulan di 71,6 di bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan indeks akan berada di 71,3.

“Emas melanjutkan penurunannya yang lambat menuju US$1.900 per ounce karena masih ada keraguan apakah Federal Reserve masih memiliki satu kenaikan suku bunga lagi dalam siklus saat ini, bahkan setelah data inflasi AS yang menggembirakan kemarin,” kata Rupert Rowling, analis pasar di Kinesis Money.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Setelah Amblas 5 Hari Beruntun Read More »

news feed

Harga Emas Hari Ini, Senin 3 Juli 2023, Sentimen Kerusuhan di Prancis Vs The Fed

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berpeluang naik seiring dengan laporan penurunan pendapatan Amerika Serikat (AS) dan kerusuhan di Prancis. Namun, laju harga emas tertahan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Harga emas global naik US$11,33 ke level US$1.919,43 di hari Jumat (30/6/2023), tertopang koreksi pada akhir pekan seiring data pendapatan AS melemah.

Pada Senin (3/7/2023) pukul 08.10 WIB, harga emas spot turun 0,1 persen menjadi US$1.917,42 per troy ounce, dan harga emas Comex kontrak Agustus 2023 terkoreksi 0,24 persen ke level US$1.924,8 per troy ounce.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan Personal Spending AS untuk bulan Mei menunjukkan penurunan menjadi 0,1 persen dari data bulan April di revisi menjadi 0,6 persen, yang sebelumnya 0,8 persen.

“Laporan yang mengukur daya beli pasar di tengah nilai inflasi saat ini, mencatat penurunan daya beli pasar, memicu kekhawatiran kemungkinan sikap agresif The Federal Reserve masih perlu berlanjut,” papar Monex dalam publikasi risetnya.

Namun, mayoritas pelaku pasar masih menaruh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di bulan Juli ini, walau turun menjadi 84 persen dari sebelumnya 90 persen keyakinan kenaikan suku bunga sebesar 0,25 persen untuk pertemuan di akhir bulan Juli nanti. Hal ini masih berpeluang menopang dolar AS menguat.

Kabar kerusuhan di Paris, Perancis, juga sempat menjadi penopang naiknya aset aman harga emas di hari Jumat lalu, setelah aksi protes menjadi kerusuhan karena aksi penembakan polisi pada pemuda minoritas di negara tersebut, yang memicu keresahan kekerasan dan sikap diskriminasi terhadap masyarakat minoritas dan kurang mampu.

“Masih berlanjutnya kerusuhan di negara tersebut dapat menjadi salah satu penyebab tertopangnya minat pasar pada aset aman emas,” imbuh Monex.

Di sesi Asia hari ini, harga emas berpeluang turun untuk jangka pendek bila dolar AS kembali mendapat pijakan karena sentimen kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Dari dalam negeri, harga emas 24 karat di Pegadaian untuk cetakan Antam dan cetakan UBS terpantau stagnan pada Senin, (3/7/2023) alias tidak berubah dari harga kemarin. Termurah cetakan UBS 0,5 gram dihargai Rp547.000.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam 24 karat ukuran terkecil yakni 0,5 gram dibanderol seharga Rp590.000, atau sama dengan harga kemarin, Minggu, (2/7/2023).

Sementara itu, emas cetakan UBS 24 karat dengan ukuran yang sama dibanderol Rp547.000, masih sama dibandingkan dengan harga kemarin.

Harga Emas Hari Ini, Senin 3 Juli 2023, Sentimen Kerusuhan di Prancis Vs The Fed Read More »

news feed

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Usai Jerome Powell Curhat di Kongres AS

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berjangka tergelincir ke posisi terendah dalam tiga bulan pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, gara-gara Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga kepada Kongres AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 0,14 persen menjadi US$1.944,90 per ounce.

Emas jatuh ketika Powell memulai kesaksian setengah tahunannya selama dua hari di depan Komite Jasa Keuangan DPR pada Rabu (21/6). Dia  berpegang pada kata-kata hawkish yang dia adopsi pada konferensi pers keputusan pasca-suku bunga Fed dari 14 Juni, di mana bank sentral menghentikan pengetatan moneter selama lebih dari setahun.

Meskipun inflasi telah agak moderat sejak pertengahan tahun 2022, Amerika Serikat masih jauh dari inflasi yang rendah dan stabil, karena “tekanan inflasi terus berjalan tinggi, dan proses menurunkan inflasi kembali ke 2,0 persen masih jauh,” kata Powell.

Powell menegaskan kembali bahwa suku bunga kemungkinan akan naik lebih tinggi lagi dalam sidang dengar pendapat di Kongres.

Kesaksian Powell akan memberikan petunjuk baru tentang waktu kenaikan suku bunga AS di masa depan, ketika pasar memperkirakan dua kenaikan suku bunga lagi dari Federal Reserve tahun ini, menurut analis pasar.

Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral AS perlu “melakukan lebih banyak penciuman” terhadap ekonomi dan inflasi sebelum menentukan apakah akan melanjutkan menaikkan suku bunga.

“Saya belum memutuskan apa yang seharusnya menjadi keputusan suku bunga lebih dari sebulan dari sekarang,” kata Goolsbee dikutip dari Antara, Kamis (22/6/2023).

The Fed melewatkan kenaikan suku bunga minggu lalu setelah 10 kenaikan berturut-turut sejak Maret 2022. Kenaikan suku bunga membutuhkan waktu untuk memperlambat ekonomi dan efeknya selalu terlihat jelas, kata Goolsbee.

Keputusan The Fed berikutnya tentang suku bunga dijadwalkan pada 26 Juli, dengan banyak ekonom telah memperkirakan bank sentral akan menambah suku bunga seperempat poin persentase, membawa mereka ke puncak 5,5 persen dalam upaya untuk menjinakkan inflasi lebih lanjut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli melemah 42,40 sen atau 1,82 persen, menjadi ditutup pada 22,81 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot 19 dolar AS atau 1,96 persen, menjadi menetap pada 949 dolar AS per ounce.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Usai Jerome Powell Curhat di Kongres AS Read More »

news feed

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Melesu Akibat Inflasi AS Mereda

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas tergelincir lagi pada akhir perdagangan Rabu pagi WIB terkoreksi tiga hari karena data inflasi AS sejalan dengan ekspektasi pasar.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, merosot 0,56 persen ditutup pada US$1.958,60 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$1.985,90 dan terendah di US$1.954,10.

Emas berjangka tergelincir 0,38 persen menjadi US$1.969,70 dolar AS pada Senin (12/6/2023), setelah melemah 0,07 persen menjadi US$1.977,20 pada Jumat (9/6/2023), dan melonjak 1,03 persen menjadi US$1.978,60 dolar AS pada Kamis (8/6/2023).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Selasa (13/6/2023) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik hanya 0,1 persen pada Mei dan 4,0 persen dari setahun lalu, level terendah dalam sekitar dua tahun. Tidak termasuk makanan dan energi, IHK inti masing-masing naik 0,4 persen dan 5,3 persen.

Dengan semua angka yang sejalan dengan perkiraan pasar, para pedagang memperkirakan peluang hampir 100 persen bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada Rabu waktu setempat.

Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB) melaporkan pada Selasa (13/6/2023) bahwa Indeks Optimisme Bisnis Kecil naik 0,4 poin menjadi 89,4 pada Mei. Itu adalah bulan ke-17 berturut-turut bahwa indeks bertahan di bawah rata-rata selama 49 tahun di 98.

Emas telah kesulitan untuk keluar dari kisaran perdagangan yang ketat selama tiga minggu terakhir, di tengah beragam isyarat pada ekonomi global dan kebijakan moneter AS.

Investor sedang menunggu kesimpulan dari pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat, dengan mayoritas peserta condong ke arah jeda dalam siklus kenaikan suku bunga bank sentral.

Keputusan suku bunga dari Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga akan dirilis minggu ini, dengan ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunganya 25 basis poin sementara BoJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan ultra-longgarnya.

Naiknya suku bunga biasanya menjadi pertanda buruk untuk aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, dengan logam kuning menghadapi tekanan baru karena kondisi moneter global semakin ketat.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Melesu Akibat Inflasi AS Mereda Read More »

Uncategorized

Harga Emas Hari Ini, Dolar AS Terdorong Pagu Utang AS dan Data NFP

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas hari ini, Senin (5/6/2023) dipengaruhi sentimen menguatnya dolar AS akibat persetujuan pagu utang AS dan naiknya data pekerjaan (Nonfarm Payrolls/ NFP).

Harga emas global berakhir melemah US$29,26 pada hari Jumat (2/6/2023), ditutup di level US$1.947,97 per troy ounce, setelah rilis laporan ketenagakerjaan resmi AS, yang menunjukkan peningkatan Nonfarm Payrolls di atas ekspektasi.

Dolar AS bergerak naik pasca rilis data NFP, mencapai level tertinggi baru terhadap mata uang utama lainnya. Namun, momentum dolar mulai memudar seiring tingkat Imbal hasil obligasi AS melonjak tetapi kemudian mundur.

“Hal itu terjadi karena pasar menganalisis, apakah jumlah pekerjaan cukup kuat untuk menekan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi,” papar Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya.

Kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS juga menjadi faktor yang membebani harga emas, menyebabkan emas melemah pasca pergerakan volatil data NFP.

Data NFP menunjukkan AS menciptakan 339.000 pekerjaan pada bulan Mei, melebihi konsensus pasar 190.0000, menandai angka tertinggi dalam empat bulan.

BACA JUGA Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini Stagnan, Termurah Masih Rp554.000 Daftar Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Lengkap, Termurah Rp578.500 Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini di Pegadaian Kompak Turun, Termurah Rp554.000

Selain itu, angka bulan April direvisi lebih tinggi dari 253.000 menjadi 294.000. Tingkat pengangguran naik dari 3,4 persen menjadi 3,7 persen, dengan Partisipasi Angkatan Kerja tetap stabil di 62,6 persen.

“Di sesi Asia pagi ini, harga emas berpotensi masih dalam tekanan jual karena rilis laporan ketenagakerjaan resmi AS, yang menunjukkan peningkatan NFP di atas ekspektasi,” imbuh Monex.

Dari dalam negeri, harga emas 24 karat cetakan Antam dan UBS di Pegadaian stagnan pada hari ini, Senin, (5/6/2023), alias masih sama dengan harga kemarin. Namun, jika dibandingkan dengan dua hari sebelumnya pada Sabtu, (3/6/2023), harga emas masih mengalami penurunan.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam 24 karat ukuran terkecil yakni 0,5 gram dibanderol seharga Rp594.000, atau sama dibandingkan harga Minggu, (4/6/2023).

Sementara itu, emas cetakan UBS 24 karat dengan ukuran yang sama dibanderol Rp554.000. Selanjutnya, emas cetakan Antam 24 karat ukuran 1 gram, Pegadaian menjual dengan harga Rp1.084.000 atau turun Rp8.000 dibanding dua hari sebelumnya. Sedangkan emas UBS ukuran sama dibanderol seharga Rp1.039.000 atau turun Rp12.000 dari dua hari sebelumnya.

Harga Emas Hari Ini, Dolar AS Terdorong Pagu Utang AS dan Data NFP Read More »

news feed

Harga Emas Kemarin Sempat Pecah Rekor, Mungkinkah Kembali Terulang?

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Jumat pagi WIB, selama tiga hari berturut-turut karena investor bereaksi terhadap sinyal Federal Reserve (The Fed) yang siap untuk gencatan senjata dalam perang melawan inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 0,92 persen menjadi ditutup pada US$2.055,70 per ounce setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$2.085,40 yang merupakan posisi tertinggi sepanjang masa dan terendah di US$2.038,50.

Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu (3/5/2023). The Fed menghapus perkataan “beberapa penguatan kebijakan tambahan mungkin tepat” dalam pengumumannya setelah pertemuan, menandakan bahwa siklus kenaikan suku bunga mungkin akan berakhir.

“Dukungan kuat untuk kenaikan emas mengingat semua gejolak perbankan dan meningkatnya risiko bahwa AS akan mengalami resesi yang sulit,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA dikutip dari Antara, Jumat (5/5/2023).

“Ekonomi riil akan banyak terpukul mengingat apa yang kita lihat dengan keuangan dan itu akan membuat permintaan untuk aset safe-haven tetap tinggi. Emas akan bersinar mengingat latar belakang makro ini dan mungkin mengincar pergerakan di atas 2.100 dolar AS jika sentimen de-risking di Wall Street tetap ada selama beberapa sesi berikutnya.

” Data ekonomi yang dirilis Kamis (4/5/2023) juga mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa produktivitas AS anjlok sebesar 2,7 persen pada kuartal pertama 2023 setelah melonjak sebesar 1,6 persen yang direvisi pada kuartal keempat 2022. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari yang diharapkan.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS naik 13.000 menjadi 242.000 dalam pekan yang berakhir 29 April. Perkiraan median dalam survei para ekonom adalah untuk 240.000 permohonan.

Laporan pekerjaan bulanan AS akan keluar pada Jumat waktu setempat. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli menguat 2,13 persen, menjadi ditutup pada US$26,227 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot US$11,50 atau 1,08 persen, menjadi menetap pada US$1.050,30 per ounce.

Harga Emas Kemarin Sempat Pecah Rekor, Mungkinkah Kembali Terulang? Read More »

news feed

Harga Emas Dunia Hari Ini Berpotensi Melaju Naik ke US$2,016 per Ounce

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas dunia berpotensi menguji level US$1,949 per troy ounce sampai dengan US$2,016 per troy ounce pada perdagangan hari ini.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi meyakini harga emas dunia bakal menguat ditopang oleh sejumlah sentimen. Salah satunya adalah sikap investor untuk beralih ke asset safe haven. Akibat bank Deutsche Bank asal Jerman menjadi nama besar terbaru yang terperangkap dalam krisis perbankan AS-ke-Eropa.

“Dalam penutupan pasar akhir pekan lalu harga emas dunia melemah ke US$ 1,976,00 per troy ounce. Pada perdagangan Senin, emas dunia  akan di perdagangkan menguat di rentang US$1,949.56 per troy ounce – US$2,016.45 per troy ounce,” tulisnya dalam riset, Sabtu (27/3/2023).

Ibrahim menambahkan kekhawatiran inflasi yang meningkat juga membuat emas tetap di benak investor meskipun Federal Reserve mengatakan mungkin hanya ada satu lagi kenaikan suku bunga AS dalam siklus kenaikan saat ini. Di Amerika Serikat, Menteri Keuangan AS Janet Yellen membuat para regulator keuangan negara yang disebut Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan berunding, untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB, karena aksi ambil untung usai memecahkan rekor sepanjang masa.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh 0,61 persen menjadi US$1.983,80 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$2.006,50 dan terendah di US$1.977.70.

Meski terkoreksi di akhir pekan, selama lima hari perdagangan harga emas masih mampu menguat 0,5 persen. Kekhawatiran inflasi yang meningkat juga membuat emas menarik bagi investor meskipun seorang pejabat senior Federal Reserve mengatakan pada Jumat (24/3/2023).

Presiden Federal Reserve St. Louis, James Bullard mengatakan kepada wartawan pada Jumat (24/3/2023) bahwa Federal Reserve kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi dari yang diperkirakan. Setelah melihat respons cepat regulator AS meredakan tekanan di sektor perbankan, sementara ekonomi dan inflasi tetap lebih kuat dari yang diharapkan.

“Harga emas akan tetap didukung di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi AS dan risiko kenaikan inflasi,” kata analis BCA Research yang berbasis di Montreal dalam sebuah catatan yang dilansir dari Antara.

Harga Emas Dunia Hari Ini Berpotensi Melaju Naik ke US$2,016 per Ounce Read More »

Headline

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Usai The Fed Mengakhiri Sikap Hawkish

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas menguat pada akhir perdagangan berkat ditopang penguatan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 basis poin.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, pada Rabu (22/3/2023), melonjak 2,37 persen menjadi US$1.995,90 per ounce. Hal itu adalah level penyelesaian tertinggi sejak 10 Maret 2022, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$2.005,10 dan terendah US$1.967,30.

Pasar menjadi bullish sekalipun Ketua Federal Reserve Jerome Powell menolak ekspektasi pasar akan penurunan suku bunga tahun ini. Pasalnya, pasar berfokus pada sikap The Fed yang kurang hawkish terhadap pernyataan tersebut, yang menunjukkan bank sentral akan segera mengakhiri siklus kenaikan suku bunga.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan selama dengar pendapat di hadapan subkomite Senat pada Rabu (22/3/2023) bahwa regulator AS tidak ingin memberikan jaminan simpanan “menyeluruh” untuk menstabilkan sistem perbankan AS tanpa bekerja sama dengan anggota parlemen, dan bahwa kepala-kepala pemberi pinjaman Amerika yang baru saja gagal harus dimintai pertanggungjawaban.

“Saya belum mempertimbangkan atau mendiskusikan apapun yang berkaitan dengan jaminan menyeluruh atau jaminan simpanan,” kata Yellen dilansir dari Antara.

Sementara itu, Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA berpendapatan emas menjadi perdagangan favorit di Wall Street karena banyak pedagang tetap gugup pasca-Fed dan seberapa cepat otoritas AS dapat menahan gejolak perbankan lebih lanjut.

“Emas akan bersinar di sini dan tampaknya diposisikan untuk menemukan posisi di atas level 2.000 dolar AS. Lari ke wilayah rekor tidak terlalu jauh dan bisa terjadi jika masalah stabilitas keuangan tidak mereda.

” Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 47 sen atau 2,06 persen, menjadi ditutup pada 23,256 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April bertambah 5,90 dolar AS atau 0,60 persen menjadi menetap pada 992,90 dolar AS per ounce.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Usai The Fed Mengakhiri Sikap Hawkish Read More »

news feed
Scroll to Top