Jakarta, MetalNews Digital – Pasar keuangan global bergerak dalam fase penghindaran risiko (risk-off) seiring kombinasi penyesuaian kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), meningkatnya ketegangan tarif, serta eskalasi geopolitik yang menjadi faktor dominan lintas aset. Kondisi tersebut menopang permintaan aset lindung nilai, sehingga harga emas bertahan kuat di kisaran US$4.650–4.660 per troy ounce. Pergerakan ini didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan tekanan pada imbal hasil riil, seiring ekspektasi pasar terhadap sikap kebijakan The Fed yang lebih longgar di akhir siklus pengetatan.
Membuka perdagangan pekan ini, Senin (19/1/2026), harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X tercatat menguat 1,15% atau sekitar Rp22.000 per gram. Penguatan tersebut menempatkan harga emas fisik JFXGOLD X di level US$4.654,12 per troy ounce atau setara Rp2.570.494 per gram. Kenaikan ini mencerminkan berlanjutnya aliran dana ke aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dari sisi fundamental Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan, meningkatnya ketegangan tarif dan geopolitik, serta pelemahan dolar AS, kembali menjadi katalis utama pergerakan harga emas yang secara historis dipandang sebagai penyimpan nilai tanpa imbal hasil. Pada saat yang sama, imbal hasil riil tetap berada dalam tekanan seiring pasar memperhitungkan potensi kebijakan moneter The Fed yang lebih akomodatif, sehingga menurunkan biaya oportunitas kepemilikan emas batangan. Dari sisi sentimen, aktivitas lindung nilai institusional, arus masuk dana melalui exchange traded fund (ETF), serta pergerakan pasar opsi mengindikasikan adanya pembelian saat harga mengalami koreksi.
“Di pasar valuta asing, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) bergerak dalam kisaran 16.700–17.000. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons dinamika global, sementara aktivitas lindung nilai korporasi cenderung dilakukan secara bertahap” ucap Robby Leonardo kepada tim MetalNews Digital pagi ini.
Sementara itu, pasar saham AS masih menunjukkan kepemimpinan yang terbatas, terutama pada sektor teknologi, sehingga membuat pergerakan indeks relatif rentan terhadap perubahan sentimen. Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang terbatas dan ditopang oleh partisipasi investor domestik, meskipun arah pergerakan selanjutnya masih sangat bergantung pada arus dana asing.
Adapun harga minyak dunia bergerak fluktuatif seiring respons pasar terhadap perkembangan geopolitik dan sinyal pasokan global, dengan volatilitas yang masih dipengaruhi oleh peristiwa jangka pendek.
Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi METALGO+.
Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.
Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.


