Kesalahan investasi emas seringkali menjadi penghalang utama bagi pemula, padahal logam mulia ini sejatinya merupakan instrumen yang sangat aman jika dipahami dengan benar. Reputasi keamanan inilah yang membuat emas sering disebut sebagai aset safe haven atau pelindung nilai kekayaan yang paling stabil sepanjang sejarah. Banyak orang tua kita menyarankan untuk “menyimpan emas” agar uang tidak tergerus inflasi. Nasihat ini memang benar, namun kenyataannya, tidak sedikit pemula yang justru merasa kecewa karena nilai asetnya tak kunjung bertumbuh. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Seringkali, masalahnya bukan terletak pada emas itu sendiri, melainkan pada kesalahan investasi emas yang dilakukan tanpa disadari, seperti membeli di waktu yang salah atau memilih tempat penyimpanan yang berisiko. Banyak pemula kurang pemahaman tentang karakteristik emas dan strategi yang tepat sehingga dapat mengubah potensi keuntungannya hanya menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa saja jebakan yang sering menimpa dan bagaimana cara menghindari kesalahan investasi emas bagi pemula sepertimu. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa menjadikan emas sebagai kendaraan finansial yang tangguh untuk masa depan.
Table of Contents
1. Mengharapkan Keuntungan Instan
Salah satu risiko yang mempengaruhi kesalahan investasi emas bagi pemula paling mendasar diawal adalah pola pikir. Banyak yang terjebak euforia saat harga emas naik tinggi dan berharap bisa mendapatkan imbal hasil besar dalam waktu satu atau dua bulan. Penting untuk diingat bahwa emas bukanlah instrumen untuk skema cepat kaya. Emas adalah instrumen investasi jangka panjang (long-term). Kenaikan harga emas biasanya baru terasa signifikan setelah disimpan minimal 3 hingga 5 tahun. Jika kamu membeli emas hari ini dengan harapan menjualnya minggu depan demi keuntungan besar, kamu kemungkinan besar akan kecewa. Maka, ubah pola pikir pemula sepertimu dari pemburu keuntungan instan menjadi penabung aset yang sabar.
2. Tidak Memperhatikan Spread (Selisih Harga Jual-Beli)
Pernahkah kamu membeli emas di pagi hari, lalu mengecek harga jualnya di sore hari dan ternyata harganya lebih rendah? Ini bukan berarti harga pasar emas dunia sedang hancur, melainkan karena adanya Spread. Spread adalah selisih antara harga beli (saat kamu membeli emas dari penjual) dan harga buyback (saat kamu menjual kembali emas tersebut). Kesalahan investasi emas bagi pemula yang fatal adalah mengabaikan faktor ini.
Spread emas fisik biasanya berkisar antara 10% hingga 15%. Artinya, untuk mendapatkan imbal hasil, kenaikan harga emas pasar harus sudah menutupi selisih spread tersebut. Inilah mengapa aktivitas jual-beli emas dalam tempo singkat sangat tidak disarankan karena berpotensi mengalami penurunan nilai aset akibat selisih harga ini.
3. Membeli Perhiasan Bukan Emas Batangan/Murni
Kesalahan 3 Ini adalah kesalahan klasik yang sering dilakukan, terutama oleh kalangan ibu-ibu. Membeli perhiasan emas memang menarik karena bisa dipakai untuk menunjang penampilan. Namun, jika tujuannya murni untuk investasi, perhiasan bukanlah pilihan terbaik. Saat kamu membeli perhiasan, kamu tidak hanya membayar harga emasnya saja, tetapi juga “ongkos bikin” atau biaya pembuatan yang cukup mahal (bisa mencapai 10-20% dari harga). Sayangnya, saat kamu menjualnya kembali, toko emas biasanya tidak akan menghitung ongkos bikin tersebut.
Untuk memaksimalkan keuntungan investasi emas pemula dalam jangka panjang, sebaiknya pilihlah emas batangan (logam mulia) atau emas digital dengan kadar kemurnian 99,99% karena harganya lebih mengikuti standar pasar global tanpa potongan biaya pembuatan yang besar.
4. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas
Sekadar “ikut-ikutan teman” atau terjebak tren sesaat (FOMO) adalah kesalahan investasi emas yang paling fatal. Tanpa fondasi tujuan yang kuat, aktivitas investasi emasmu akan kehilangan arah. Akibatnya, psikologismu sebagai investor akan rapuh, kamu menjadi mudah panik saat harga turun sedikit, atau sebaliknya, terlalu cepat puas mencairkan aset hanya untuk keuntungan receh yang tidak sebanding dengan inflasi.
Emas adalah instrumen investasi jangka panjang yang berfungsi menjaga daya beli. Jika kamu tidak menetapkan untuk apa emas tersebut dikumpulkan, kamu akan mudah tergoda untuk mencairkan aset tersebut demi kebutuhan konsumtif sesaat. Bayangkan kamu sudah menabung emas selama setahun, namun tiba-tiba menjualnya hanya karena ingin membeli gadget keluaran terbaru atau liburan impulsif. Hal ini tentu sangat disayangkan karena memotong potensi pertumbuhan aset majemuk milikmu.
Maka, penting untuk menyelaraskan jangka waktu investasi dengan tujuan keuanganmu. Ingatlah rumus dasarnya yaitu emas sangat cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang (di atas 3-5 tahun).
5. Salah Memilih Tempat Penyimpanan Emas Fisik
Memiliki emas batangan secara fisik memang memberikan kepuasan tersendiri. Namun, menyimpannya di rumah memiliki risiko yang cukup tinggi, mulai dari risiko pencurian hingga risiko hilang karena lupa menaruh. Beberapa orang memilih menyewa Safe Deposit Box (SDB) di bank. Meskipun aman, ini menimbulkan biaya tambahan bulanan atau tahunan yang akan memotong potensi imbal hasil investasimu.
Sebagai solusi modern, kini banyak tersedia aplikasi investasi emas digital terpercaya. Kamu bisa memiliki kepemilikan emas fisik tanpa harus pusing memikirkan tempat penyimpanannya, namun tetap bisa ditarik kapan saja saat dibutuhkan.
6. Mengabaikan Kemudahan Aplikasi Investasi Emas Digital
Di era modern ini, jika kamu masih bersikeras membeli emas secara konvensional yang mengharuskan antre di toko, bisa menjadi hambatan efisiensi untukmu. Banyak pemula ragu menggunakan teknologi karena takut rumit, padahal aplikasi investasi emas justru menawarkan fleksibilitas yang luar biasa. Salah satu keunggulan dari aplikasi investasi emas adalah dengan memanfaatkan fitur pembelian nominal kecil, dan bisa dilakukan secara rutin. Jadi, kamu tidak perlu menunggu uang terkumpul jutaan rupiah untuk membeli 1 gram emas.
7. Memilih Platform yang Tidak Terpercaya atau Ilegal
Kesalahan terakhir dan yang paling berbahaya adalah terjebak investasi bodong. Tergiur dengan iming-iming “imbal hasil tetap” yang tidak masuk akal seringkali membuat orang lupa mengecek legalitas platform. Hal ini menjadi penting untuk selalu memastikan bahwa tempat kamu berinvestasi emas memiliki izin resmi dan diawasi oleh otoritas terkait
Nah, kamu sekarang tidak perlu khawatir lagi akan hal itu, karena di sinilah METALGO+ hadir sebagai solusi cerdas keamanan maksimal dalam aplikasi investasi emas fisik secara digital. Aplikasi ini telah dirancang dengan standar keamanan tinggi dengan bukti diawasi oleh BAPPEBTI, termasuk dalam anggota lembaga Kliring Berjangka Indonesia (KBI), mematuhi regulasi sistem perdagangan bursa berjangka Jakarta (JFX) yang berlaku di Indonesia. Dengan begini, METALGO+ tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi investasi emas yang praktis, tetapi juga menjamin keamanan aset milikmu. Jika kamu ingin menarik emas digital milikmu menjadi emas fisik, METALGO+ juga memfasilitasi penarikan fisik emas murni yang terjamin keasliannya.
Emas tetap menjadi salah satu instrumen terbaik untuk menjaga nilai kekayaan milikmu, asalkan dilakukan dengan strategi yang benar. Dengan menghindari kesalahan investasi emas seperti pola pikir jangka pendek, mengabaikan spread, hingga salah memilih platform, kamu sebagai pemula sudah satu langkah lebih dekat menuju kebebasan finansial.
Ingatlah bahwa kunci utama dari menabung emas adalah konsistensi dan keamanan. Gunakan platform modern untuk mempermudah langkah investasimu. METALGO+ siap menjadi sarana terbaikmu dalam perjalanan investasi emas yang aman, mudah, dan terpercaya. Hindarilah risiko! Mulailah menabung! Biarkan asetmu bertumbuh seiring waktu.


