Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas fisik pada platform bursa emas fisik JFXGOLD X melonjak hampir 4% pada perdagangan Senin (15/6/2026), seiring menguatnya harga emas dunia setelah pasar menyambut positif kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pada perdagangan hari ini Senin (15/6/2026), harga emas fisik JFXGOLD X naik 3,55% menjadi US$4.334,99 per troy ounce atau setara Rp2.510.134 per gram.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas dunia menguat lebih dari 2% dan kembali bergerak di kisaran US$4.300 per troy ounce. Penguatan ini menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir setelah sebelumnya emas berada di bawah tekanan akibat tingginya ekspektasi suku bunga global.
Sentimen utama datang dari pengumuman pejabat Amerika Serikat dan Iran yang menyatakan telah mencapai kerangka kerja kesepakatan untuk mengakhiri perang, menghentikan blokade AS terhadap Iran, serta membuka kembali Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat perhatian pasar energi dunia.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, melalui unggahannya di platform X menyebutkan bahwa perjanjian damai tersebut dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat mendatang di Swiss.
Kabar tersebut langsung memicu reaksi positif di pasar keuangan global. Dolar Amerika Serikat melemah ke level terendah dalam 10 hari terakhir, sementara harga minyak dunia anjlok lebih dari 4% karena pasar memperkirakan risiko gangguan pasokan energi akan berkurang apabila Selat Hormuz kembali beroperasi normal.
Pelemahan dolar turut memberikan keuntungan bagi emas karena logam mulia tersebut menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang selain dolar AS. Di saat yang sama, penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penekan pasar.
Menurut Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, kombinasi pelemahan dolar dan turunnya harga energi menjadi faktor terbesar yang mendorong reli emas saat ini.
“Kombinasi ini memberikan dorongan terbesar bagi emas dalam beberapa minggu terakhir. Namun, keberlanjutannya akan bergantung pada seberapa kuat dan tahan lama kesepakatan damai tersebut,” ujarnya dikutip dari Reuters.com.
Meski mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, harga emas masih menghadapi tantangan dalam jangka menengah. Sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat telah terkoreksi sekitar 20%.
Selama periode tersebut, penutupan efektif Selat Hormuz menyebabkan lonjakan harga minyak global dan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Kondisi itu membuat pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan tekanan harga.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi emas. Walaupun logam mulia sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga berada pada level tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield) seperti obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya.
Kini perhatian investor beralih ke rapat Federal Reserve yang akan berlangsung pada 16–17 Juni. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, pasar akan mencermati setiap sinyal mengenai arah kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini.
Keputusan The Fed, pergerakan dolar AS, serta perkembangan implementasi kesepakatan damai di Timur Tengah diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga emas dalam jangka pendek. Bagi investor, reli emas hari ini bisa menjadi awal pemulihan, namun pasar masih membutuhkan kepastian lebih lanjut sebelum mengonfirmasi perubahan tren yang lebih besar.
Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi METALGO+.
Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.


