Jakarta, MetalNews Digital — Kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan rilis data makroekonomi Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Kondisi tersebut menjaga minat terhadap aset lindung nilai tetap tinggi, terutama di tengah volatilitas nilai tukar, pasar saham, dan komoditas global.
Harga emas dunia atau emas spot (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran US$4.590 per troy ounce. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada arah kebijakan moneter The Fed, terutama terkait prospek suku bunga dan pergerakan imbal hasil riil. Ekspektasi sikap dovish atau peluang pemangkasan suku bunga dinilai dapat menekan imbal hasil riil, sehingga mendukung harga emas sebagai aset lindung nilai.
Sejalan dengan pergerakan global tersebut, harga emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X pada Selasa (13/1/2026) tercatat di level US$4.586,63 per troy ounce, atau setara Rp2.521.012 per gram.
Robby Leonardo – Head of research analis and market development Metalbank Global Monetary mengatakan, selain faktor kebijakan moneter, sentimen terhadap emas juga diperkuat oleh aliran dana ke ETF emas global serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Dukungan struktural tersebut dinilai menjadi penopang utama harga emas, dengan aliran jangka pendek yang relatif masih positif.
Di pasar valuta asing, nilai tukar USD/IDR hari ini bergerak di rentang 16.860–16.910. Secara fundamental, rupiah mendapatkan dukungan dari penerimaan ekspor komoditas serta kecukupan cadangan devisa dan ruang intervensi Bank Indonesia. Namun demikian, pergerakan dolar AS di pasar global dan arus modal asing masih berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama di tengah kondisi likuiditas yang relatif tipis.
Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan kepemimpinan yang semakin terbatas, meningkatkan risiko koreksi apabila sentimen global memburuk. Di sisi lain, harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif dan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta kebijakan produksi OPEC.
Untuk USD/IDR, pergerakan diperkirakan masih berada dalam rentang 16.600–16.950, sehingga strategi perdagangan dalam rentang dinilai lebih relevan. Pelaku usaha disarankan memanfaatkan instrumen lindung nilai seperti kontrak forward atau opsi guna mengantisipasi fluktuasi nilai tukar.
Di pasar saham domestik, sektor komoditas dan saham berorientasi ekspor masih menjadi perhatian investor, seiring ketergantungan terhadap pergerakan aliran modal asing. Sementara pada komoditas energi, harga minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap sentimen geopolitik dan kebijakan pasokan global, sehingga strategi selektif dinilai lebih tepat dibandingkan mengejar lonjakan harga jangka pendek.
Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi METALGO+.
Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.
Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.


