Jakarta, MetalNews — Harga emas global terus menguat sepanjang Agustus 2026. Hingga Rabu (26/8/2026), harga emas telah naik lebih dari 14% secara bulanan dan bergerak di kisaran US$4.650 per troy ounce, setelah sempat mencapai sekitar US$4.696 per troy ounce pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan harga emas global turut tercermin di pasar emas fisik domestik. Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), harga emas fisik di platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X telah memasuki level Rp2,7 juta per gram.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan harga emas fisik JFXGOLD X sepanjang Agustus. Pada 19 Agustus 2026, harga emas fisik JFXGOLD X tercatat telah naik 8,48% sejak awal bulan dan sempat mencapai US$4.415,86 per troy ounce atau sekitar Rp2.577.081 per gram.
Harga Emas Global Mendekati US$4.700
Pada awal Agustus, harga emas global masih berada di kisaran US$4.100 per troy ounce. Memasuki pertengahan bulan, harga bergerak ke area US$4.350–US$4.450 per troy ounce.
Melansir dari Reuters, pada 25 Agustus, harga emas sempat menyentuh sekitar US$4.696 per troy ounce, sebelum bergerak di sekitar US$4.650 pada perdagangan Rabu. Reuters mencatat harga spot gold berada di US$4.652,39 per troy ounce pada 26 Agustus.
Dengan pergerakan tersebut, emas telah menguat lebih dari 14% sepanjang Agustus. Reli ini menunjukkan perubahan signifikan pada sentimen pasar terhadap aset lindung nilai dan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ekspektasi The Fed Menjadi Penggerak Utama
Salah satu faktor utama di balik penguatan emas adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Sejumlah data ekonomi AS, termasuk perkembangan pasar tenaga kerja dan inflasi, membuat investor mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pada 26 Agustus, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 63,6% The Fed mempertahankan suku bunga.
Perubahan ekspektasi tersebut penting bagi emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika pasar memperkirakan suku bunga dan real yield akan lebih rendah, biaya peluang memegang emas menjadi relatif lebih kecil.
Pasar kini menunggu data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Yield dan Dolar AS Turut Menopang
Selain ekspektasi suku bunga, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar AS turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Penurunan yield membuat emas relatif lebih menarik bagi investor. Pada saat yang sama, dolar AS yang cenderung melemah turut memberikan dukungan karena emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Pergerakan tersebut terlihat dalam reli emas sepanjang Agustus. Reuters mencatat dolar AS bergerak dalam kisaran terbatas pada 26 Agustus menjelang publikasi data inflasi AS, sementara pasar juga mencermati perkembangan pasar obligasi dan simposium Jackson Hole.
Ketidakpastian Fiskal dan Geopolitik
Penguatan emas juga didukung meningkatnya ketidakpastian fiskal Amerika Serikat dan risiko geopolitik.
Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS, tingkat utang, serta keberlanjutan pasar obligasi pemerintah menjadi perhatian investor. Di sisi lain, perkembangan konflik dan ketegangan di Timur Tengah, termasuk situasi Iran dan Selat Hormuz, turut menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Namun, penguatan emas kali ini tidak semata-mata disebabkan faktor safe haven. Perubahan ekspektasi terhadap The Fed, pergerakan real yield, dolar AS, serta permintaan investasi turut menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga.
JFXGOLD X Tembus Rp2,7 Juta per Gram
Penguatan harga emas global turut tercermin pada perdagangan emas fisik di dalam negeri.
Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), harga emas fisik di JFXGOLD X telah memasuki level Rp2,7 juta per gram.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren penguatan harga emas fisik JFXGOLD X sepanjang Agustus. Pada 19 Agustus, harga JFXGOLD X telah naik 8,48% sejak awal bulan dan mencapai sekitar Rp2.577.000 per gram.
Pergerakan harga emas fisik dalam rupiah tidak hanya dipengaruhi harga emas dunia, tetapi juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena itu, perubahan harga emas global dapat memberikan dampak berbeda terhadap harga emas dalam denominasi rupiah.
Pasar Bidik US$5.000 per Troy Ounce
Setelah menguat lebih dari 14% dalam satu bulan, perhatian pasar kini beralih pada kemampuan emas mempertahankan momentum kenaikannya.
Wells Fargo Investment Institute masih mempertahankan target harga emas sebesar US$4.900–US$5.100 per troy ounce untuk 2026. Lembaga tersebut menilai penguatan emas didukung permintaan global, pembelian bank sentral, ketidakpastian geopolitik dan pasar, serta meningkatnya investasi ETF emas. Namun, Wells Fargo juga memperkirakan perjalanan menuju target tersebut akan berlangsung volatil.
Sementara itu, mengutip dari Reuters, UBS memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$5.000 per troy ounce pada semester I 2027.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah institusi masih melihat ruang kenaikan bagi emas. Namun, setelah reli yang cukup tajam sepanjang Agustus, risiko aksi ambil untung dan koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data PCE, arah kebijakan The Fed, imbal hasil Treasury, pergerakan dolar AS, arus investasi ETF, pembelian bank sentral, serta perkembangan geopolitik sebagai katalis utama harga emas.
Dengan demikian, penguatan emas sepanjang Agustus 2026 menunjukkan bahwa reli komoditas tersebut bukan sekadar didorong permintaan safe haven. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, penurunan biaya peluang memegang emas, pergerakan dolar AS, ketidakpastian fiskal, serta permintaan investasi menjadi kombinasi faktor yang mendorong emas menuju level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
MetalNews Insight : Dengan harga emas global yang telah menguat lebih dari 14% sepanjang Agustus dan harga emas fisik JFXGOLD X yang kini memasuki Rp2,7 juta per gram, fokus pasar selanjutnya bukan hanya pada seberapa tinggi emas dapat naik, tetapi juga apakah katalis yang menopang reli masih cukup kuat untuk membawa harga menuju US$5.000 per troy ounce.
Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi METALGO+.
Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.


