Harga Emas JFXGOLD X Turun 2,40%, Terkoreksi Rp55 Ribu per Gram

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas fisik di platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X turun 2,40% pada Jumat (23/10/2026). Penurunan tersebut setara dengan sekitar Rp55.000 per gram, membawa harga emas ke level US$4.022,71 per troy ounce atau Rp2.372.459 per gram.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan terhadap harga emas global. Pelaku pasar mencermati kenaikan harga minyak dunia, kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS), serta prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip laporan Reuters pada Jumat (23/10/2026), harga emas spot global turun 0,2% menjadi US$4.016,27 per troy ounce. Emas juga berada di jalur penurunan mingguan sebesar 3,5%, yang menjadi penurunan mingguan terdalam sejak Juni 2026. Reuters mengaitkan tekanan tersebut dengan kenaikan harga minyak yang memperkuat ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

Harga Minyak dan Inflasi Menekan Emas

Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan emas. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi di Arab Saudi, meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

Harga energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan biaya produksi dan transportasi, sehingga memperbesar tekanan inflasi. Apabila inflasi bertahan tinggi, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama atau mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter.

Kondisi tersebut dapat mengurangi daya tarik emas bagi investor. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung menghadapi tekanan ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat. Dalam situasi tersebut, instrumen berbunga dapat menjadi relatif lebih menarik.

Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik juga dapat mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Pergerakan harga pada akhirnya dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan aset aman, ekspektasi inflasi, dan prospek suku bunga.

Pasar Menanti Pertemuan The Fed

Perhatian pelaku pasar selanjutnya tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026. Keputusan dan pernyataan The Fed akan menjadi perhatian untuk membaca arah kebijakan moneter AS berikutnya.

Selain itu, data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) juga menjadi indikator penting. PCE merupakan salah satu ukuran inflasi yang dipantau The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.

Jika tekanan inflasi kembali meningkat, ekspektasi suku bunga tinggi dapat bertahan dan membebani emas. Sebaliknya, tanda-tanda perlambatan inflasi yang memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter berpotensi memberikan dukungan bagi harga logam mulia.

Meski demikian, penurunan harga emas saat ini tidak serta-merta memastikan tren pelemahan akan berlanjut. Pelaku pasar masih perlu mencermati perkembangan harga energi, dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan sinyal kebijakan bank sentral.

Pergerakan Global Jadi Perhatian Pasar Emas Fisik

Penurunan harga emas di JFXGOLD X memperlihatkan pentingnya memantau perkembangan pasar global dalam mengikuti pergerakan harga emas fisik di Indonesia.

Harga emas dalam rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas dunia, tetapi juga oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta mekanisme pembentukan harga pada platform perdagangan terkait.

Dengan harga JFXGOLD X berada di Rp2.372.459 per gram, pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan global berlanjut atau harga mulai menemukan dukungan menjelang pertemuan The Fed pekan depan.

Perkembangan inflasi AS dan arah kebijakan suku bunga akan menjadi sejumlah faktor penting yang dapat memengaruhi sentimen pasar emas dalam jangka pendek.

Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi METALGO+.

Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top